Seberapa Aman Risiko Investasi Saham? Simak Ulasan Selengkapnya

Adanya risiko investasi saham memang tidak dapat terelakkan. Apa saja instrumen investasi yang dipilih tentu memiliki risiko hanya saja berbeda besarnya. Sebagai investor yang baik penting bagi Anda cermat memilih serta salah satu yang paling direkomendasikan adalah investasi saham. Di mana mengharuskan Anda membeli surat berharga.

Sebuah penanaman modal yang berorientasi pada pembelian surat berharga tersebut memungkinkan Anda memperoleh return besar meski risiko juga tinggi. Ketika saham tersebut disimpan bertahun-tahun memungkinkan investor mendapat profit di luar dugaan. Wajar apabila penanaman modal dengan instrumen saham disebut investasi jangka panjang.

Indonesia layaknya negara maju lainnya, dunia investasi turut berkembang pesat. Hal tersebut terbukti adanya beragam pilihan instrumen. Sebanding dengan meningkatnya jumlah investor yang ada. Sebuah kondisi positif lantaran membantu kestabilan perekonomian negara disamping mampu menjadi semacam dana pensiun bagi pelakunya.

Sehingga keberlangsungan ekonomi keluarga saat tidak aktif bekerja tetap terjamin. Guna memulai kegiatan investasi ada beberapa aspek penting yang mutlak diperhatikan. Salah satunya risiko investasi saham yang sulit dihindari. Hanya dapat dikurangi demi peroleh profit tinggi pada tempo yang disepakati.

Beberapa Kategori Saham yang Populer Dipilih Berdasarkan Kapitalisasi Harga :
Kapitalisasi harga menjadi salah satu tahapan ketika ingin investasi di bidang surat berharga. Kapitalisasi menjadi faktor penting agar tidak salah memilih saham. Faktor tersebut menjadi patokan seberapa besar nilai dari perusahaan yang surat berharganya dijual. Ketika kapitalisasi harganya tinggi maka harga perusahaan semakin mahal.

Secara garis besar kapitalisasi harga tersebut membagi surat berharga menjadi tiga. Blue chip menempati posisi pertama sebagai saham lapis pertama. Mengenai risiko investasi saham blue chip relatif aman khususnya bagi pemula. Tidak heran apabila blue chip menjadi surat berharga favorit pilihan investor lantaran berpotensi mendatangkan profit tinggi.

Kapitalisasi sedang diduduki oleh surat berharga lapis dua di mana tidak kalah menarik dalam hal profit. Memang besarnya laba setara dengan blue chip namun, lapis kedua umumnya dipilih oleh perusahaan sedang berkembang. Dikarenakan emiten jauh lebih agresif dibandingkan blue chip. Ditambah harga relatif murah meski modal terbatas.

Saham lapis ketiga menjadi kategori kapitalisasi skala kecil yakni di bawah 1 triliun. Harga memang sangat murah namun, risiko investasi saham justru relatif tinggi lantaran pergerakan harga mudah dimainkan oleh bandar bermodal besar. Karena hal tersebut tidak jarang saham gorengan menjadi sebutan lumrah di kalangan investor.

Apabila Anda memang sudah yakin terjun di dunia tanam modal, maka penting mengenali setiap instrumen. Termasuk keuntungan yang didapatkan hingga risiko yang harus dijalani. Ketika risiko dapat dikurangi maka kemungkinan besar Anda memperoleh profit akan sangat maksimal. inilah yang menjadi harapan bagi para penanam modal.

Bayang-bayang Risiko yang Akan Dihadapi Ketika Berinvestasi :
Risiko merugi memang menjadi momok menakutkan bagi sebagian investor dalam upayanya menanamkan modal. Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Hanya saja Anda perlu tahu apa saja risiko investasi saham baru kemudian cara mengantisipasinya. Ada beberapa risiko yang sering membayangi para investor salah satunya capital loss.

Capital loss atau risiko rugi disebabkan selisih harga menjadi paling dihindari. Di mana harga jual saham jauh lebih rendah dibandingkan ketika investor membelinya. Penurunan nilai saham tersebut memang sering terjadi. Apabila penurunan terus berlanjut bukan tidak mungkin saham akan langsung dijual guna menghindari kerugian lebih besar.

Tidak memperoleh dividen menjadi risiko yang juga ditakutkan para investor. Pembagian dividen memang menjadi momen dinantikan lantaran keuntungan yang diperoleh cenderung besar. Namun, saat pembagian tidak ada maka menjadi risiko investasi saham yang cukup merugikan. Apalagi tidak adanya perolehan dividen menjadi indikator kinerja perusahaan kurang bagus.

Suspend menjadi risiko selanjutnya yang juga memberi pengaruh besar pada saat investasi. Suspend atau pemberhentian perdagangan sering dilakukan Bursa Efek. Ketika terjadi demikian, maka otomatis saham tidak dapat dijual hingga status suspend dicabut. Pemberhentian meski berlangsung sementara disebabkan oleh banyak faktor antara lain harga saham menurun.

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, risiko bangkrut, dilikuidasi hingga delisting saham turut menghantui. Memang beberapa risiko tersebut cukup menakutkan namun, Anda tidak perlu khawatir selagi dikelola dengan benar disertai pengaplikasian strategi tepat maka risiko tersebut pengaruhnya dapat ditekan. Sehingga harapan profit dapat diperoleh optimal.

Apakah Melakukan Investasi Saham Aman?
Bayang-bayang risiko investasi saham memang selalu ada namun, kegiatan penanaman modal tersebut tetap menjadi primadona investor. Guna tetap aman meski risiko besar adalah dengan memahami bagaimana alur atau cara berinvestasi yang benar. Disarankan tidak membeli surat berharga yang kurang Anda pahami guna meminimalisir besarnya kerugian nantinya.

Agar berinvestasi semakin aman ada beberapa cara direkomendasikan oleh beberapa ahli salah satunya diversifikasi. Di mana Anda melakukan investasi di banyak instrumen. Cara tersebut dinilai efektif meminimalisir kerugian ketika salah satu instrumen mengalami rugi. Anda dapat membeli 2 hingga 3 saham sekaligus sehingga peluang untung lebih besar.

Cara aman selanjutnya adalah dengan cermat memilih broker. Broker menjadi pihak yang harus ada dalam melakukan investasi saham. Guna mengurangi risiko risiko investasi saham gagal maka pilih broker transparan serta berpengalaman. Broker tersebut setidaknya rutin memberi laporan pada Anda mengenai perkembangan instrumen yang diinvestasikan.

Paling penting pilih instrumen saham dengan menyesuaikannya pada tujuan Anda berinvestasi. Jangan sampai ikut investor lain sehingga sering melakukan transaksi pembelian surat berharga. Terlalu banyak transaksi justru membuat Anda terbebani hingga tidak tahu apabila saham sedang dalam kondisi harga murah. Memang kegiatan penanaman modal tersebut tidak mudah serta butuh waktu guna peroleh profit tinggi. Selagi Anda memiliki niat sungguh-sungguh disertai keyakinan penuh maka investasi akan berjalan lancar. Lakukan namun, tetap pertimbangkan beberapa risiko investasi saham yang mengintai serta cari solusinya.

Keyword: Risiko investasi saham
Deskripsi: Adanya risiko investasi saham menjadi pertimbangan penting sebelum akhirnya terjun di dunia penanaman modal.

Note :
Artikel diatas adalah hasil karya generasi muda kita yang kreatif. Untuk memberdayakan mereka salah satunya kami beli tulisan tersebut dan kami share di website ini semoga membawa manfaat yang banyak buat pembaca yang budiman. Tetaplah Berkarya Kawanku. By Team Lisati Indonesia

Leave a Comment